Kapolri Sebut 3 Provinsi di Kalimantan Berpotensi sebagai Ibu Kota Pengganti Jakarta, Ini Alasannya
Wacana tentang pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan, khususnya Kaltim sudah lama terdengar.
Tim Korlantas Mabes Polri bahkan sudah melaksanakan pemetaan di tiga provinsi di Kalimantan, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Kajian dalam rangka rencana pemindahan ibu kota RI sudah dilaksanakan pada 11 sampai 14 Desember di Polda Kaltim, serta 11 sampai 13 Desember di Polda Kalsel dan Polda Kalteng.
Pemerintah menugaskan Tim Korlantas Mabes Polri mengkaji aspek lalu lintas dan jalanan di Kalimantan.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat ditemui Tribun Kaltim di Tanjung Selor, Jumat (15/12/2017) mengatakan bahwa ketiga provinsi tersebut memiliki potensi menggantikan Jakarta sebagai ibu kota negara.
''Kalimantan relatif aman semua. Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur,'' ujarnya. ''Tiga daerah ini yang potensial,'' tambahnya singkat.
''Kaltim tidak banyak merepotkan Jakarta, saya sebagai Kapolri'' dikutip Pos Belitung (18/12/2017).
Tito melihat peluang Kaltim jadi ibu kota Negeri Republik Indonesia dari kacamata keamanan dan kondusifitas wilayah.
Kendati demikian, Kapolri menegaskan bahwa dirinya tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan mengenai hal perpindahan ibu kota negara.
''Bisa saja, ini kan saya dengar Kaltim, Kalteng dan Kalsel. Bisa saja. Tapi saya bukan pengambil keputusan untuk itu,'' jelasnya.
Jenderal bintang empat tersebut mengapresiasi situasi kamtibmas yang kondusif di Kaltim.
Ia berharap situasi ini harus dipertahankan, juga dijadikan kebanggaan bagi warga Kaltim itu sendiri.
''Ini yang harus disyukuri penduduk Kaltim. Keamanan yang relatif stabil,'' katanya.
Menurutnya, keamanan menjadi modal terpenting bagi kemajuan suatu daerah.
Daerah yang aman dan kondusif mampu menyedot perhatian investor, hingga kemudian mereka merasa tenang untuk berinvestasi.
Hal ini juga diperkuat dengan tanggapan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.
Bambang memastikan, kajian rencana pemindahan Ibu Kota bakal tuntas tahun ini.
''Kemungkinan besar (ibu kota dipindah) di Pulau Kalimantan. Tapi spesifik dimananya di Kalimantan, itu yang masih akan kami finalkan,'' kata Bambang.
Presiden pertama RI Soekarno sempat mewacanakan pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Wacana kembali dimunculkan Presiden Joko Widodo.
Bambang tidak merinci apakah pemindahan ini mengikuti wacana Presiden Soekarno. Sebab, penentuan lokasi Ibu Kota tengah dikaji secara mendalam terkait estimasi pendanaan dan tata kotanya.
''Tahun 2018 atau 2019 sudah mulai ada kegiatan terkait dengan pemindahan pusat administrasi pemerintahan,'' ujarnya.
Bambang mengemukakan, Bappenas yang akan memimpin kementerian dan lembaga lain dalam menjalankan rencana ini.
Ia mengatakan, pemerintah memerlukan waktu sekitar tiga tahun untuk menjadikan suatu kota menjadi Ibu Kota.
''Mungkin butuh waktu 3-4 tahun untuk menyelesaikan seluruh infrastruktur dasar maupun gedung-gedung pemerintahnnya,'' ungkapnya.
Dasar kajian pemindahan ibu kota yakni fakta bahwa pembangunan ekonomi antara di Pulau Jawa dengan pulau lainnya tidak seimbang.
Baca
- Mahfud Soroti Kecurangan Pemilu, Minta Awasi Dana Bansos
- Lima Pejabat Pemprov Dilaporkan LAKI Kaltim ke Komisi ASN
- Ini Hasil Survey LKPI Untuk Pilkada Kaltim 2018
- Nasib Pencalonan Rita Widyasari sebagai Gubernur Kaltim
- Bawaslu Luncurkan Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa Pemilu
- Tugas Dan Wewenang Panwascam
- Hati-Hati Panitia Pengawas Kecamatan Bisa Kena Sanksi Dipidana dan Denda
Editor Kesekretariatan


Komentar
Posting Komentar